Sikap Yang dimiliki Seorang Perantau



Berada di tanah perantauan memang bukan hal yang mudah, dimana kita bertemu dengan suasana yang berbeda, bertemu dengan orang yang tidak kita kenal, makanan yang tidak pernah kita cicipi, dan berbagai kebiasaan yang sangat berbeda.
Sumber: dokumen pribadi

Awalnya kita akan merasa sedih karena harus mengubah kebiasaan, mencari teman baru, dan berjuang untuk apa yang kita harapkan di tanah perantauan. Namun walaupun begitu kita harus tetap semangat dalam menjalaninya demi masa depan dan harapan yang ingin kita raih. Saat berada di tanah perantauan hal seperti rindu keluarga di kampung, rindu teman - teman, rindu masakan mamak, rindu suasana dan kebiasaan di kampung, semuanya merupakan hal yang pasti akan rasakan. Mungkin ada beberapa pengalaman yang bisa saya bagikan kepada teman - teman yang ingin merantau ya...

1. Tentukan Tujuan 

Ketika kita memutuskan untuk keluar dari kampung dari rumah kita ke luar daerah, harus lebih dahulu menentukan tujuan kita berada di daerah tersebut. Misalnya untuk mencari pekerjaan, ikut suami/istri, urusan pekerjaan, dsb. Karena jika tidak mengetahui tujuan, tentunya akan sulit betah di tanah perantauan. Ketika sudah menentukan tujuan, kita harus membulatkan tekad agar apapun yang kita hadapi di perantauan tidak menggoyahkan tujuan utama.

2.  Minta Dukungan dari Orang Tua

Dukungan orang tua merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap betah atau tidaknya seseorang berada di perantauan. Mengapa? Kalau orang tua tidak mendukung, pasti akan selalu meminta kamu kembali ke kampung halaman. Hal ini dapat menggoyahkan tujuan utama, jika menghadapi kesulitan akan ingin selalu pulang. Lagi pula doa orang tua sangatlah penting demi kesuksesan kita.

3. Tidak Memilih - Milih

Bagi kamu yang sedang mencari pekerjaan di tanah perantauan, hendaknya tidak terlalu memilih - milih pekerjaan. Misalnya gaji harus besar, harus diberikan akomodasi, harus ada hari libur, dan berbagai hal lainnya. Tidak seperti itu, asalkan halal dan kita mampu mengerjakannya mengapa tidak? Biasanya jika sudah bekerja pada satu tempat, nanti peluang yang lebih baik lambat laun akan pasti datang. Jadi terima dahulu bekerjalah dengan baik.

4. Fokus

Fokuslah pada tujuan utamamu saat merantau. Tidak usah terlalu memikirkan dan berurusan dengan hal - hal yang dapat menghambat tujuanmu. Bekerjalah, belajarlah, dan bahagiakan diri dan mereka yang kamu sayangi.

5. Cermat

Seorang perantau pasti membutuhkan biaya yang lebih besar karena segala sesuatunya dimulai dari nol. Jadi biaya hidup pasti lebih besar karena harus menyewa tempat tinggal, memiliki kendaraan, biaya hidup sehari - hari, dan biaya mudik pastinya. Memiliki kendaraan menjadi wajib bila berada di daerah yang tidak memiliki transportasi umum seperti angkot, dan kalaupun ada biasanya lebih mahal seperti di daerah Belitung. Jadi harus cermat dalam menggunakan uang. Jangan terlalu mengikuti tren kalau memang tidak masuk anggaran. Berusahalah menabung dan berinvestasi. 

6. Tidak Mudah Menyerah

Dimana pun berada kita pasti akan diperhadapkan pada masalah, tak memandang tempat, usia, jenis kelamin, apa pun statusnya. Biasanya masalah ini akan menguji kita apakah kita mampu atau tidak melewatinya. Sebagai manusia kita harus bersahabat dengan masalah dalam arti bukan mencari masalah, namun menyikapi masalah yang kita hadapi. Masalah bisa berasal dari luar bahkan dari dalam diri kita sendiri. Jadi ketika harus berhadapan dengannya maka kita harus dengan sigap dalam menyikapi dan menyelesaikannya dengan segera. Masalah diperantauan bisa saja berupa kesulitan mencari pekerjaan, keuangan, tidak menemukan teman yang cocok, kegagalan dan sebagainya. Walau harus menghadapinya, kita haruslah menjadi semakin kuat dan semakin gigih.

7. Bijak Berteman

Abdullah Gymnastiar mengatakan "Jangan pernah mengabaikan dengan siapa kita berteman karena teman menentukan baik buruknya perilaku kita". Ini merupakan hal penting di perantauan, kita harus bijak berteman karena lambat laun kita akan menjadi seperti teman kita.

8. Menghargai Budaya Setempat

"Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung" begitu pepatah mengatakan. Artinya kita haruslah mengikuti/menghormati adat istiadat tempat dimana kita berada. Dan mereka akan menghormati kita, jika kita juga menghormati mereka.

9. Sopan Santun

Bersikap santun kepada orang lain, tentunya tidak seorangpun tak ingin diperlakukan seenaknya bukan? Apalagi bagi seorang perantau, ini merupakan modal utama kita dalam mencari teman, keluarga, bahkan relasi di tempat yang baru kita tempati. 

10. Pandai Melihat Peluang

Sebagai seorang perantau tentunya harus lebih gigih, lebih giat, dan lebih tangguh. Karena jangan lupa kita harus mudik untuk bersilaturahmi dengan orangtua dan keluarga di kampung halaman. Saat mudik dana yang kita perlukan biasanya cukup besar. Jadi kita harus lebih giat dalam mencari pemasukan toh. Jika pekerjaan utama kita sudah kita anggarkan untuk keperluan ini dan itu, maka jangan lupa untuk membuat anggaran mudik dan tentunya kita harus memiliki pemasukan tambahan. Pandailah melihat peluang yang bisa membantu anggaran kita ini, baik itu peluang usaha sampingan, investasi, kenaikan pangkat/jabatan dalam pekerjaan, peluang tiket promo dan sebagainya. 


Mungkin itulah beberapa hal yang saya bisa bagikan kepada teman - teman yang membutuhkan saran dan masukan jika ingin pergi merantau. Semoga teman - teman bisa semakin sukses, betah, dan berbahagia walaupun jauh dari orang - orang terkasih. 

Komentar

Posting Komentar